Get to know
ABOUT DUA
ADYCTIVITY
Dua — LET GO | Official Music Video
Cipt. Dhimas Mahardhika & Naila Putri Rusyaedi

Naila
Pencerita

Dhimas
Penyeimbang
“Music Connects Us”
Who We Are
Di tengah ramainya tren musik pop lokal, duo pendatang baru, DUA, kembali hadir menawarkan kesegaran dan keberanian. Setelah sukses mencuri perhatian lewat single debut “Sick”, Naila dan Dhimas kini resmi merilis karya terbaru mereka yang bertajuk “Let Go”.
Kekuatan utama dari DUA tidak hanya terletak pada harmoni vokal mereka, melainkan pada peleburan dua seniman dengan keunikan yang sangat spesifik. Naila hadir sebagai pencerita ulung; lirik-lirik yang ia tulis memiliki karakter yang tajam, mendalam, dan sangat personal. Sementara itu, Dhimas adalah penyeimbangnya; ia memiliki kepekaan luar biasa dalam merangkai notasi nada yang catchy namun tetap berbobot. Sinergi antara lirik berkarakter Naila dan balutan notasi cerdas Dhimas inilah yang membuat DUA memiliki identitas musikal yang sulit dicari tandingannya saat ini.
Naila
Pencerita · Lirik & Vokal
Naila hadir sebagai pencerita ulung. Lirik-liriknya tajam, mendalam, dan sangat personal — racikan yang membuat setiap lagu DUA terasa seperti jurnal yang dinyanyikan.
Dhimas
Penyeimbang · Notasi & Vokal
Dhimas adalah penyeimbangnya. Ia merangkai notasi yang catchy namun tetap berbobot, membawa pendengar ke titik emosi tertinggi tanpa kehilangan identitas.
Ady & Adyctivity
Potensi besar dan keunikan identitas DUA ini nyatanya berhasil meyakinkan sosok bertangan dingin di industri musik Indonesia: Ady. Mantan vokalis band Naff sekaligus komposer di balik lagu mega-hits “Akhirnya Kumenemukanmu” ini turun tangan langsung memproduseri DUA di bawah naungan label miliknya, Adyctivity. Kehadiran Ady di belakang layar bukan sekadar sebagai produser, melainkan sebagai mentor yang memastikan setiap karya DUA lahir dengan kualitas premium.
Proses penggarapan “Let Go” menjadi bukti nyata bagaimana standar tinggi seorang Ady berpadu dengan kejeniusan Naila dan Dhimas. Fakta bahwa Naila adalah putri kandung dari Ady sama sekali tidak memberikan privilese atau “jalur instan” bagi DUA. Sebaliknya, Naila dan Dhimas justru dihadapkan pada proses kurasi (hearing) yang sangat ketat dan harus menelan penolakan pada empat demo lagu sebelumnya.
Sikap profesional tanpa kompromi ini terus dipertahankan Ady hingga ke dalam studio. Saat proses rekaman dan take vocal, Ady sepenuhnya menanggalkan statusnya sebagai seorang ayah dan bertindak murni sebagai produser yang menuntut kesempurnaan dari artisnya.
01
Empat demo ditolak
Sebelum “Let Go” terpilih, Naila dan Dhimas harus menelan penolakan pada empat demo lagu. Tidak ada jalur instan — termasuk bagi putri sang produser.
02
Hearing tanpa kompromi
Ady menjalankan kurasi ketat sebagai mentor dan produser. Standar premium Adyctivity berlaku untuk setiap nada, setiap baris, setiap take.
03
Ayah dilucuti di studio
Saat rekaman dan take vocal, Ady menanggalkan statusnya sebagai ayah. Yang tersisa hanya produser yang menuntut kesempurnaan.
04
Lahir di last minute
Di menit-menit akhir, lirik Naila dan notasi Dhimas mengalir menjadi “Let Go” — dan menembus seleksi sang maestro tanpa keraguan.
The Story Behind “Let Go”
Namun, tekanan tersebut justru melahirkan keajaiban. Di menit-menit akhir (last minute), perpaduan magis antara lirik Naila dan notasi Dhimas mengalir begitu saja menjadi “Let Go”. Karya yang lahir secara spontan dari gemblengan keras inilah yang akhirnya berhasil menembus seleksi sang maestro tanpa keraguan sedikit pun.
Visi yang Tak Tergoyahkan
Satu hal yang membuat DUA semakin istimewa adalah keberanian mereka dalam mempertahankan visi musiknya. Meskipun berasal dari Indonesia, DUA dengan konsisten dan percaya diri merilis karya-karya berbahasa Inggris. Keputusan ini bukanlah tanpa alasan; melalui lirik berbahasa Inggris yang kuat, DUA membuktikan bahwa kualitas musik musisi Tanah Air mampu berbicara di ranah universal tanpa terhalang batasan bahasa.
Music video “Let Go” digarap secara sinematik di Malaysia.
Makna Let Go
Secara makna, lirik “Let Go” racikan Naila membawa pesan emosional yang sangat relevan (relatable). Lagu ini merangkum sebuah kesadaran reflektif: mengapa kita harus membuang air mata, menyesal, dan peduli pada seseorang yang sama sekali tidak pantas mendapatkannya? Dibalut notasi Dhimas yang membawa pendengarnya pada titik emosi tertinggi, “Let Go” menjadi sebuah anthem elegan bagi siapa saja yang sedang berproses untuk merelakan, menghargai diri sendiri, dan melangkah maju.
What’s Next
Ini baru permulaan. DUA terus menelusuri cerita tentang tumbuh, merdeka, dan harga diri lewat musik. Tetap terhubung untuk rilis berikutnya, visual, dan momen yang mengingatkan kita — kita semua berhak merasa hidup lagi.
